Ilmuwan Muslim Yang Dilupakan

0
622

Mengapa hari ini ilmuwan barat sahaja yang terkenal, nama mereka dikenali di seluruh dunia bahkan dijadikan sebagai kayu pengukur kecergasan IQ. Ilmuwan muslim seolah-olah dilupakan malah jarang sekali dijadikan tauladan untuk anak muda. Lebih menyedihkan anak muda langsung tidak mengenali tokoh-tokoh Islam yang banyak berkorban jiwa dan tenaga dalam memajukan umat Islam itu sendiri.

Oleh itu, mari sama-sama kita mengenali Ilmuwan Islam yang tersohor dalam bidang masing-masing, moga dengannya kita lebih terinspirasi dan mencontohi semangat mereka dalam bidang ilmu.

BIDANG KEDOKTORAN DAN KESIHATAN

  1. Al-Razi (841-926 M) dikenal di Barat dengan nama Razes. Nama sebenarnya Abu Bakar Muhammad bin Zakaria al-Razi itu merupakan doktor istana Pangeran Abu Saleh al Mansur, penguasa Khurasan. Namun, kemudian beliau berpindah ke Baghdad menjadi doktor di hospital Baghdad dan doktor peribadi khalifah. Salah satu buku kedoktoran yang dihasilkannya berjudul Al-Mansuri (Liber al-Mansafis).

    Dalam bukunya, ia menyoroti tiga aspek penting dalam kedoktoran, iaitu kesihatan publik, pengubatan preventif, dan perawatan penyakit khusus. Sementara, dalam bukunya yang lain berjudul Al-Mursyid, Al-Razi mengupas tentang pengubatan berbagai penyakit. Buku lainnya yang berjudul Al-Hawi dan terdiri dari 22 volume menjadi salah satu rujukan sekolah kedoktoran di Paris. Ia juga berhasil menulis tentang pengubatan cacar air.

  2. Zahrawi (930-1013 M) atau dikenal dengan nama Abulcasis di negara Barat. Ahli bedah terkemuka di Arab ini menempuh pendidikan di Universiti Cordoba. Ia menjadi doktor istana pada masa Khalifah Abdel Rahman III. Sebahagian besar hidupnya didedikasikan untuk menulis buku-buku kedoktoran, khususnya masalah bedah.

    Salah satu dari empat buku kedoktoran yang ditulisnya berjudul Al-Tastif Liman Ajiz’am Al-Ta’lif, sebuah ensiklopedia ilmu bedah terbaik pada abad pertengahan. Buku itu digunakan di Eropah hingga abad ke-17 M. Dalam bukunya tersebut, Al-Zahrawi menerapkan cutlery untuk mengendalikan pembedahan. Ia juga menggunakan alkohol dan lilin untuk menghentikan pendarahan selama pembedahan tengkorak berlangsung. Al-Zahrawi juga menulis buku tentang operasi gigi.

  3. Ibnu Sina atau Avicenna (980-1037 M). Salah satu kitab kedoktoran yang berhasil ditulisnya adalah Al-Qanun fi Al-Tibb atau The Canon of Medicine. Kitab itu menjadi ensiklopedia kesihatan dan kedoktoran. Hingga abad ke-17 M, kitab itu masih menjadi referensi sekolah kedoktoran di Eropah.

BIDANG SOSIOLOGI

  1. Ibnu Khaldun, nama lengkap: Abu Zayd ‘Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami (lahir 27 Mei 1332 – meninggal 19 Maret 1406 pada umur 73 tahun) adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapa historiografi, sosiologi dan ekonomi. Lelaki yang lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H. /27 Mei 1332 M. dikenali sebagai sejarawan dan bapa sosiologi Islam yang hafal Alquran sejak usia dini.

    Sebagai ahli politik Islam, ia juga dikenal sebagai bapa Ekonomi Islam, kerana pemikiran-pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh telah dikemukakannya sebelum Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) mengemukakan teori-teori ekonominya. Bahkan ketika memasuki usia remaja, tulisan-tulisannya sudah tersebar merata tempat.

    Tulisan-tulisan dan pemikiran Ibnu Khaldun terlahir kerana kajiannya yang sangat mendalam, pengamatan terhadap berbagai masyarakat yang dikenalinya dengan ilmu dan pengetahuan yang luas.

PSIKOLOGI DAN BIDANG SENI

  1. Al-kindi Nama lengkapnya Abu Yusuf Ya’qub bin Ishak bin Sabah bin Imran bin Ismail bin Muhammad bin Al-Asy’ats bin Qais Al-Kindi. Beliau merupakan salah satu tokoh dalam dunia seni muzik kontemporer Muslim. Lahir pada tahun 185 H/801 M dari kalangan bangsawan Iraq.

    Dapat dikatakan beliau adalah ahli falsafah pertama yang lahir dari kalangan Islam. selain mampu berbahasa Arab, ia juga mahir berbahasa Yunani. Dengan kemahirannya dalam berbahasa Yunani tersebut, Al-Kindi menerjemahkan karya-karya falsafah Yunani ke dalam bahasa Arab, seperti: Aristoteles dan Plotinus.

    Al-Kindi menuliskan banyak karya dalam berbagai bidang, geometri, astronomi, astrologi, aritmatik, muzik, fisika, medis, psikologi, meteorologi, dan politik. Buku yang paling banyak ditulisnya adalah geometri sebanyak 32 judul. Falsafah dan kedoktoran masing-masing mencapai 22 judul. Logika sebanyak 9 judul dan fisika 12 judul. Dalam angkatannya, Al-Kindi merupakan orang terpintar dengan menguasai berbagai ilmu pengetahuan.

    Kata “muzik” yang kita kenal saat ini sebenarnya diambil dari nama sebuah buku tentang teori muzik oleh Al-Kindi. Nama buku itu adalah “Musiqa Al-Kindi”. Al-Kindi juga merupakan orang pertama yang menemukan not-not dalam muzik. Not-not do re mi fa so la si do itu didapatinya dari urutan huruf-huruf hijaiyah.

    Tidak hanya itu, Al-Kindi juga menemukan teori penyembuhan suatu penyakit yang timbul dari kebiasaan seseorang bermain muzik. Di dalam bukunya, Al-Kindi mengatakan, orang yang biasa memainkan alat musik petik (gitar, bass, kecapi) berisiko terkena serangan stroke lebih kecil daripada orang-orang yang terbiasa duduk memainkan alat musik pukul.

    Teori yang mengatakan kalau muzik dapat berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan otak janin bayi yang masih dikandung ibunya pertama kali ditemukan oleh Al-kindi. Tetapi dia mengatakan, muzik itu nombor dua, yang utama tetaplah Alquran yang dibaca oleh ayah atau ibu yang mengandung janin tersebut.

    Dan hal ini memang benar dan baru dapat dibuktikan pada masa sekarang ini. Tepatnya, beberapa abad setelah wafatnya Al-Kindi yang wafat pada tahun 873 M.

BIDANG GEOGRAFI

  1. Ibnu Batutah (1304-1369). Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Ibrahim at-Tanji. Gelarannya adalah Syamsudin bin Batutah. Ia adalah keturunan Arab yang lahir di daerah Tanger, Maroko. Dia dilahirkan pada tanggal 25 Februari 1304. Ketika berusia 21 tahun, Ibnu Batutah telah memulakan perjalanan yang panjang mencakupi wilayah seluas 120. 700 km2, selama 30 tahun.

    Ibnu Batutah dianggap sebagai pelopor penjelajah di abad 14 yang tiada siapa mampu menandinginya. Ibnu Batutah memiliki hobi mengunjungi banyak negara di dunia untuk mengenal manusia dengan berbagai latar belakang dan budaya. Ibnu Batutah meninggal pada tahun 1369 di kota Fez, Maroko.

    Pada usia sekitar 21 tahun 4 bulan, ia menunaikan rukun iman kelima. Perjalanannya menuju ke Baitullah telah membawanya berpetualang dan menjelajahi dunia. Ia mengarungi samudera dan menjelajah daratan demi sebuah tujuan mulia. Sampai kemudian Ia melanjutkan perjalanannya hingga melintasi sekitar 44 negara selama 30 tahun.

    Rihlah Ibnu Batutah, inilah salah satu buku legenda yang mengisahkan perjalanan seorang petualang agung itu pada 1325 hingga 1354 M. Sejatinya, Rihlah bukanlah judul buku, tetapi hanya menggambarkan sebuah genre (gaya sastra). Judul asli dari buku yang ditulis Ibnu Batutah itu adalah Tuhfat al-Nuzzhar fi Ghara’ib al-Amshar wa ’Aja’ib al-Asfar (Persembahan Seorang Pengamat tentang Kota-kota Asing dan Perjalanan yang Mengagumkan) ditulis oleh Ibnu Juzay, juru tulis Sultan Maroko, Abu ‘Inan. Karya ini telah menjadi perhatian berbagai kalangan di Eropah sejak diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti Perancis, Inggris dan Jerman.

    Buku itu disusun menjadi sebuah perjalanan dunia yang mengagumkan dengan mengaitkan berbagai peristiwa, waktu pengembaraan serta catatan-catatan penting yang berisi berita dan peristiwa yang dialami Ibnu Batutah selama pengembaraannya.

BIDANG PENDIDIKAN

  1. Imam Ghazali Nama lengkapnya adalah Abu Hamid bin Muhammad Al-Ghazali. Ia dilahirkan di Thus, sebuah kota di Khurasan, Persia, pada tahun 450 H / 1058 M. [1] Imam Ghazali sejak kecil dikenali sebagai pecinta ilmu pengetahuan dan mencari kebenaran yang hakiki, walaupun perlu menghadapi banyak rintangan, beliau tetap kuat semangat.

    Al-Ghazali pada masa kanak-kanak belajar fiqh dan berguru dengan Ahmad ibn Muhammad ar-Radzakani, kemudian beliau pergi ke Jurjan berguru dengan Imam Abu Nashr al-Ismaili. Setelah itu ia menetap lagi di Thus untuk mengulang pelajaran yang diperolehnya dari Jurjan. Tujuan pendidikan menurut Al-Ghazali harus mengarah kepada realisasi tujuan keagamaan dan akhlak, dengan titik penekanannya pada Perolehan keutamaan dan taqarrub kepada Allah dan bukan untuk mencari kedudukan yang tinggi atau mendapatkan kemegahan dunia.  Sebagaimana yang dikutip Athiyyah Al-abrasyi bahwa Imam Ghazali berpendapat “sesungguhnya tujuan dari pendidikan ialah mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla

    Al-Ghazali tidak membedakan antara ilmu dengan Ma’rifah seperti tradisi umum kaum sufi. walaupun ia pernah menyebutkan bahawa secara etimologi, ada sedikit perbedaan antara keduanya, dan ia tidak keberatan atas pemakaian terma Ma’rifah untuk konsep (tasawuf), dan ‘ilm untuk assent (tasqiq). Akan tetapi dalam berbagai kitabnya, ia sering memakai dua terma itu sebagai maksud yang sama.

BIDANG MATEMATIK DAN ASTRONOMI

  1. Al-Khawarizmi (Khawarizm, Uzbekistan, 194 H/780 M-Baghdad, 266 H/850 M). Ilmuwan muslim, mahir di bidang ilmu matematika, astronomi, dan geografi. Nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi dan di barat ia lebih dikenal dengan nama Algoarisme atau Algorisme. Dalam bukunya al-Khawarizmi memperkenalkan kepada dunia ilmu pengetahuan angka 0 (nol) yang dalam bahasa Arab disebut shifr. Sebelum al-Khawarizmi memperkenalkan angka nol, para ilmuwan menggunakan abakus, semacam daftar yang menunjukkan satu, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya, untuk menjaga agar setiap angka tidak saling tertukar dari tempat yang telah ditentukan dalam hitungan.

    Akan tetapi, hitungan seperti ini tidak mendapat sambutan dari kalangan ilmuwan Barat ketika itu dan mereka lebih tertarik untuk mempergunakan raqam al-binji (daftar angka arab, termasuk angka nol), hasil penemuan al-khawarizmi. Dengan demikian angka nol baru dikenal dan dipergunakan orang Barat sekitar 250 tahun setelah ditemukan al-Khawarizmi.

    Inilah sedikit perkongsian ringkas tetap ilmuwan Islam di masa silam. Ia membuktikan bahawa muslim sebenarnya kaya dengan ilmu malah telah pun menjadi rujukan masyarakat seantero dunia.

4,857 total views, 7 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here